Ketika Tangan Tuhan Bekerja

Siang itu di pelataran masjid di bilangan Jakarta Pusat, 4 Syawal 1437H, saya janjian dengan teman yang merupakan ustad baik hati. Janjian yang menjadi pengubah hidup.

Sang ustad tidak sendiri, beliau membawa temannya. Iya, untuk dikenalkan kepada saya. Lelaki itu memakai baju putih lengan panjang, berkaca mata. Hanya itu yang berhasil saya lihat, karena tidak berani menatap lebih lama. Malu.

Kami berjalan menuju rumah kerabat ustad kira-kira 500 meter. Perkenalan kami pertama pun, ya ditengah jalan. Literary, tengah jalan aspal! hahaha. Pak ustad, “Kak Diba ini Pak Yana, Pak Yana ini Diba” Dia mengulurkan tangannya duluan, saya sambut. Disitulah pertama kali kami saling lihat. Lalu, tin tin tin…. bunyi klakson, ya motor lewat, bikin buyar. Siapa suruh kenalan ditengah jalan hehehe.

Ngobrol beneran pun terjadi sejam setelah kenalan ditengah jalan itu, di restoran makan padang! Karena jam makan siang dan lapar, jaim pun terlupa, makan tetap pakai tangan, lahap, tambah pulak hihihi… Pak ustad yang merasa menjadi mak-comblang pun meneruskan aksinya. Mempromosikan saya ke temannya, mempromosikan temannya ke saya. Lalu dengan logat betawi kentalnya “Tukeran nomor telpon dong! biar enak gituuu…” disambut ketawa lebar semua yang mendengar. Semua, karena bukan hanya kami bertiga disitu, ada istri dan anak-anaknya ustad, adek saya dan keluarga kecilnya yang menemani saya dari awal – yak banyak ajah! hahaha…

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan ke saya saat itu adalah, “saya duda anak 4, menurut adik gimana?”

Jujur saya tidak kaget dengan konteks pertanyaan itu, namun saya paham benar mengapa harus dikeluarkan. Di benak saya, lelaki ini serius cari istri. NICE! Obrolan mengalir sampai lupa kalau itu hari kerja dan kita semua harus kembali beraktivitas. Saya pun tenggelam dengan kesibukan sisa hari, sampai HP saya muncul notifikasi yang tidak bisa dicuekin begitu saja. Hey, si mas WA…

Malam itu kami ngobrol di telepon 4 jam! Seperti teman lama yang sudah lama hilang kontak. Ada rasa nyaman, chemistry terbangun. Satu kata yang tepat mewakili: KLIK.

Kurang dari sebulan, pertemuan di tengah jalan itu berlanjut ke pelaminan. Banyak yang bersyukur, banyak juga yang skeptis. Tentu tidak perlu di consider pemikiran yang kedua, karena kami memilih untuk mensyukuri nikmat dan niat baik untuk memulai hubungan ini ke kehidupan yang lebih nyata, yaitu pernikahan dan berumahtangga.

Kok bisa secepat itu. Kami pun tidak tahu, yang kami tahu ada campur tangan Tuhan. CaraNYA mempertemukan 2 insan, dipersiapkan dengan kondisi masing-masing: si mas dengan 4 anak yang merindukan sosok ibu, saya yang dari dulu selalu menginginkan punya anak banyak. Si mas dengan perjalanan karir yang menantang bertemu dengan saya yang selalu mencari-cari kegiatan yang tidak biasa. Dan masih banyak hal printilan lain yang intinya saling melengkapi.

Kalau dipikir-pikir, lucu juga ya 2 orang yang sebelumnya tidak saling mengenal, nyambung, lalu menyegerakan menikah. Menyatukan 2 keluarga, wait… tepatnya 6 keluarga: orangtua mas, mertua mas, orangtua saya, mertua saya, keluarga kecil mas, keluarga kecil saya. Semakin besar lingkaran extended-family-nya. Alhamdulillah.

Adik saya sampai berkata “akhirnya ada contoh nyata yang bisa disampaikan ke anak-anak perempuan kita tentang taaruf, bukan sekedar lihat di film atau baca buku, tapi kakak sendiri mengalami”

Menyenangkan, bertemu dengan lawan jenis yang se-visi dan mencari hal yang sama di kehidupan, dan berharap dengan bersatu semakin kuat dan kokoh untuk tabungan akhirat dan menghantarkan anak-anak. Aamiin.

Seperti pepatah, “Kalau sudah jodoh, tak kan lari kemana…”

BISMILLAH

 

 

 

 

PS: Kami pun kini sedang asyik berpacaran…. ya setelah menjadi suami-istri :)

2 thoughts on “Ketika Tangan Tuhan Bekerja”

  1. Mamiih.. baca ini jadi ikut seneng dan terharu ama kisahnya yaa.. luar biasa Allah mengatur semua yaa… eh ijin Ria link Blog mamih di Blog Ria ya.. ini Ria lg belajar nge blog jugaa :)

Leave a Reply to Ria Oktorina Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *