Liburan Di Jakarta? Ke Kota Tua aja

Perjalanan ke kota tua ini sudah direncanakan, namun saya total lupa bahwa tiap senin semua museum tutup. Wait, it did not hold our journey thou.

Kita mulai dengan naik kereta commuter dari stasiun depok cuss langsung ke destination akhir, stasiun kota tua.

Tiap anak dapat tanggung jawab. Afkar urusan perduitan (segala bentuk bayar, beli, nawar, hitung). Rj urusan dokumentasi (foto, video, cari spot & angle foto, termasuk menyimpan semua gadgets). Nazhif urusan petunjuk arah (map reader, liat petunjuk arah/lokasi yang dituju, cari mushola, exit way). Lisana urusan kebersihan (pastikan buang sampah pada tempatnya, tempat bekal & minum kembali ke tas, cuci tangan). Mami? Supervised lah. Sambil pastikan lisana & nazhif menempel terus di grup. Tidak lupa di awal, briefing mau kemana, naik apa, peraturan standar, & protab kalau terlepas dari grup.

Sampai di st kota tua, karena semua museum tutup (museum bank indonesia, museum bank mandiri, museum fatahillah, dll), kami lanjut ke taman kalijodo dengan kendaraan umum yang hanya memakan waktu 10 menitan. Lanjut makan siang dengan perbekalan yang kita bawa dari rumah. Setelah itu, Lisana dan nazhif puas main dengan fasilitas di RPTRA, ada ruang baca dan main lego, ada permainan ketangkasan (panjat, ayunan, perosotan, jungkat jungkit, dll), namun sayang ketika mau pinjam bola untuk main sepak di lapangan hijau, bola sedang tidak disediakan karena rumput nya sedang dalam perawatan. Tidak lupa, foto-foto karena memang spot nya disediakan seperti tembok graffity, tangga & pegangannya dengan design minimalis, area bermain skate sepeda.

Nah.. karena sayang sudah terlanjur sampai daerah kota tua walau tidak masuk ke museum-museum nya, kamipun lanjut exploring, for the sake of history and foto tentu saja.

Sengaja mami ajak keliling naik bajaj, supaya bisa liat seputaran kota tua tanpa terlalu capek jalan kaki (waktu hanya berdua RJ dulu sih jalan, tapi karena bawa Lisana, mari hemat energi hehe).

Kami kembali naik kereta sampai depok. Sambil perjalanan pulang, mami tidak lupa bertanya “bagian mana yang paling berkesan & disuka?” Rafa menjawab ketika naik kereta (mungkin kali ini karena rute nya lebih panjang), Nazhif ketika di museum fatahillah berfoto dan suasana yang ramai dengan sepeda ontel, Lisana ketika main di ruang publik kalijodo (sampai susah diminta pulang hehe), & afkar menjawab ketika perjalanan pulang mobil kita sempat mogok (mobil mami parkir di st depok baru) Hahahaha… Yap, tiap anak punya bagian terekam nya masing-masing.

Ohya, dari laporan mas Afkar, uang habis sekitar 250.000 untuk trip kali ini dengan kami ber-5, including tiket kereta PP depok-kota-depok, biaya angkot-bajaj-kopaja, makan (untuk melengkapi bekal) & minuman, juga squeezy (karena ngelewatin asemka haha). Dari laporan mas Rafa, foto lebih banyak menggunakan iphone daripada gopro & sekarang sedang tahap pembuatan video blog nya. Kalau mas Nazhif, kebetulan karena ini pengalaman exploring pertamanya ke kota tua, rasa ingin tahu nya besar sekali sehingga banyak berkreatif tambahan apalagi dia dikasih tanggung jawab lihat lokasi & penunjuk arah hehe.. misalnya, suka ngacir sendiri menyusul kakak-kakaknya yang sedang antri tiket padahal mami sudah tetapkan menunggu di titik yang disepakati, atau explore Kalijodo sampai titik pandang pengawasan terjauh.. haha nazhif… nazhif…. Untung ada 3 pasang mata yang awas dan siaga.

Thank you to 4 anak yang luar biasa bekerjasama, terkhusus 2 anak remajaku yang makin bisa diandalkan untuk urusan-urusan seperti menyebrang, antri (sementara kita bisa menunggu sambil duduk), sigap liat gadget perihal what to do next and how to do it (alias punya back up plans), jaga 2 adiknya (& maminya tentu saja), beri kursi di kereta, & masih banyak hal perintil lain yg of course i appreciate.

Mungkin journey ini tidak sepenuhnya semua yang anak-anak sukai, hal ini disengaja agar ada pengalaman-pengalaman hidup yang bisa dipetik dan mungkin disadari di kemudian hari. Value-value seperti saling menghargai, saling melindungi, gerak cepat & ambil keputusan cepat, berkomunikasi dengan baik, bekerjasama, and many more semoga bisa membekas, mungkin tidak sekarang, tapi nanti…

Until our next journey, kids…

DAteam goes to Kota Tua. Photo credit: RJ
DAteam goes to Kota Tua. Photo credit: RJ